Ki Ageng Paker Cikal Bakal Dusun Paker

 

Alamat
Ds Mulyodadi Kel. Mulyodadi BANTUL BANTUL

-7.943372,110.323156

 

Nama Dusun Paker tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan Ki Ageng Paker yang diyakini sebagai pembuka atau pendiri dusun setempat. Tidak ada kejelasan mengenai silsilah Ki Ageng Paker, namun cerita setempat menyatakan bahwa Ki Ageng Paker masih mempunyai tali saudara dengan Ki Ageng Mangir Wanabaya. Tidak mengherankan jika pada masa hidupnya wilayah ini menjadi wilayah bawahan kekuasaan Mangir. Menurut cerita tutur Ki Ageng Paker pernah punya hubungan cukup dekat dengan Prabu Brawijaya terakhir di Majapahit. Ceritanya, pada masa itu Prabu Brawijaya kehilangan salah satu burung perkutut kesayangannya yang bernama Jaka Mangu. Oleh karena sayangya kepada burung tersebut, maka Prabu Brawijaya mencari sendiri dengan menyamar sebagai rakyat biasa dan ditemani seekor anjing. Pencarian yang memakan waktu lama itu akhirnya mengantar Prabu Brawijaya sampai di kediaman Ki Ageng Paker. Di rumah Ki Ageng Paker inilah burung perkutut kesayangan Prabu Brawijaya telah ditangkap dan menjadi burung kelangenan Ki Ageng Paker. Ketika burung ini diminta Prabu Brawijaya yang menyamar itu, Ki Ageng Paker mengikhlaskannya. Prabu Brawijaya pun meninggalkan anjingnya agar jika Ki Ageng Paker akan datang ke rumahnya, anjing tersebut dapat menjadi penunjuk jalan. Suatu ketika Ki Ageng Paker ingin bertandang ke tamu yang meminta burung perkutut. Anjing yang ditinggal oleh Prabu Brawijaya menjadi petunjuk jalan. Ketika Ki Ageng Paker mengikuti anjing tersebut, ternyata perjalanan masuk ke istana Majapahit. Ki Ageng Paker pun terkejut bukan kepalang. Ternyata tamu yang mengambil burung perkutut beberapa waktu lampau adalah Prabu Brawijaya sendiri. Waktu pulang dari Majapahit Ki Ageng Paker diberi bingkisan berupa dua buah labu oleh Prabu Brawijaya. Ki Ageng Paker merasa tidak senang dengan pemberian itu karena baginya buah labu tidak selayaknya diberikan oleh seorang raja seperti Prabu Brawijaya. Namun di balik itu Ki Ageng Paker tidak tahu secara diam-diam Prabu Brawijaya telah memerintahkan untuk membuatkan istana bagi Ki Ageng Paker di Dusun Paker. Sepulang dari Majapahit buah labu tersebut diberikan kepada seorang janda di daerah Tegalgendu, Kotagede karena ia telah memberikan tumpangan menginap dan makan bagi Ki Ageng Paker. Ketika buah labu tersebut dibelah untuk bahan masakan oleh janda Tegalgendu ternyata isi dari buah labu tersebut berupa perhiasan dari emas, dan intan berlian. Benda-benda itu akhirnya disimpan oleh janda Tegalgendu dan tidak diberitahukan kepada Ki Ageng Paker. Berdasarkan kisah itu maka muncul mitos bahwa masyarakat Tegalgendu, Kotagede terkenal akan kekayaannya. Begitu sampai di rumah, Ki Ageng Paker pun terkejut karena rumahnya telah berubah menjadi istana mirip dengan istana Majapahit. Dalam hati Ki Ageng Pake pun merasa pangling dengan rumahnya sendiri. Akan tetapi di balik itu ia merasa sangat berterima kasih kepada Prabu Brawijaya yang telah membuatkan istana bagi dirinya.

Galeri Foto

Ki ageng paker cikal bakal dusun paker

 

sebagai Ki Ageng Paker Cikal Bakal Dusun Paker dalam cabang Cerita Rakyat