Kyai Glonggong dari Karangsemut

 

Alamat
Ds Trimulyo Kel.Trimulyo JETIS BANTUL

-7.890258,110.386546

 

Sumber setempat menyatakan bahwa Kyai Glonggong adalah pelarian dari Majapahit yang kemudian menetap di Karangsemut. Dalam pelariannya itu ia disertai istri setianya. Dalam pelariannya ia juga diikuti oleh abdi setianya yang bernama Kyai Bandrol dan Kyai Kasan Dikromo. Kyai Glonggong oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai sosok yang memiliki ilmu kesaktian yang tinggi. Tokoh ini dinamai Kyai Glonggong karena ia memiliki tongkat yang terbuat dari tangkai daun pepaya yang dalam masyarakat Jawa dikenal dengan nama “glonggong”. Konon dengan tongkat glonggong itu Kyai Glonggong dapat mengetuk batang pohon kelapa sehingga kelapanya jatuh berguguran di tanah. Selain itu diceritakan pula bahwa ia bisa meraih pucuk pohon kelapa yang tinggi dengan tangannya untuk memetik buah kelapa. Kesaktian Kyai Glonggong ini pernah ditandingi oleh Kyai Panjenengan. Kyai Panjenengan memamerkan kesaktiannya dengan memetik buah kelapa hanya dengan menepukkan tangannya ke batang kelapa sehingga kelapa pun berjatuhan. Peristiwa adu kesaktian ini mengakibatkan keduanya bersahabat akrab. Makam kedua orang tokoh ini kemudian disatukan dalam satu area (cungkup) yang dibatasi oleh pagar tembok.

Galeri Foto

Kyai glonggong dari karangsemut

 

sebagai Kyai Glonggong dari Karangsemut dalam cabang Cerita Rakyat