Ratu Malang

 

Alamat
Ds Pleret Kel.Pleret PLERET BANTUL

-7.863471,110.411285

 

\"Raja atau penguasa selalu berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya yang dalam hal ini termasuk kebutuhannya akan wanita-wanita cantik. Hal ini pun terjadi pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat Agung (I) di Mataram. Oleh karena perintahnya, konon diambillah seorang wanita cantik yang sesungguhnya sudah bersuami dan bahkan sudah hamil dua bulan. Wanita tersebut dalam Babad Tanah Jawi dikenal dengan nama Ratu Malang. Kehadiran Ratu Malang di kraton menyebabkan raja melupakan istri-istrinya yang lain. Konon, sebutan malang ini berkaitan erat dengan keberadaannya yang dianggap menghalangi (memalangi) kehendak istri-istri raja yang lain. Cinta yang tak kunjung padam dari Sunan Amangkurat I kepadanya tentu saja menyebabkan kejengkelan luar biasa bagi penghuni keputren. Nama Ratu Malang tidak pernah diketahui dengan pasti. Kemunculannya dalam panggung sejarah Mataram sudah dikenal dengan nama itu. Ia adalah anak perempuan dari Ki Wayah, seorang dalang wayang gedog. Kehadiran Ratu Malang yang kemudian diberi gelar Ratu Wetan oleh raja ternyata tidak hanya menimbulkan kehebohan di dunia keputren saja. Mula-mula kehadirannya memang hanya menimbulkan rasa iri dan cemburu di kalangan istri-istri raja yang lain. Hal ini beralasan karena Sunan Amangkurat I demikian kasihnya pada anak tirinya, Pangeran Natabrata atau Raden Resika. Tidak mustahil kalau kemudian ada komplotan yang kemudian ingin mengenyahkan anak tersebut. Komplotan yang dipimpin oleh Ngabehi Martanata yang berusaha melenyapkannya Pangeran Natabrata. Kecintaan Sunan kepada ratu Malang dan anak tirinya mengakibatkan percobaan pembunuhan terhadap putra mahkota dengan racun yang dilakukan oleh Sunan sendiri. Percobaan pembunuhan yang terjadi setidaknya dua kali itu menimbulkan perhatian yang besar di luar kerajaan. Tindakan Sunan yang demikian itu secara umum sukar dipercaya oleh akal sehat. Ratu Malang pada suatu ketika mendadak meninggal dunia dengan gejala-gejala yang mencurigakan. Hal ini membuat marah dan risau hati Sunan. Kemarahannya yang tanpa kendali juga telah mengakibatkan banyak nyawa tidak berdosa dikorbankan dengan cara-cara pembunuhan dan penghukuman yang mengerikan. Kematian Ratu Malang ini pada waktu berikutnya membawa akibat-akibat yang demikian buruk pada diri Sunan dan kerajaan. Untuk memulihkan suasana hatinya, Sunan memerintahkan punggawanya mencari pengganti Ratu Malang. Didapatkannya Rara Oyi yang kemudian \"\"diperam\"\" untuk dipetik ketika masak, justru menimbulkan kekejaman-kekejaman baru. Hal ini terjadi terjadi karena Rara Oyi justru bercinta dengan putra mahkota (Pangeran Adipati Anom). Oleh karena itulah Sunan marah dan mengusir putra mahkota. Di samping itu, putra mahkota diperintahkan untuk membunuh Rara Oyi dengan tangannya sendiri. Masuknya Ratu Malang sebagai istri Sunan Amangkurat I membawa pengaruh di berbagai bidang di Mataram. Ketenteraman keputren Mataram menjadi terusik karenanya. Pewarisan tahta pun nyaris terusik karenanya. Masuknya Ratu Malang juga telah menimbulkan komplotan-komplotan yang saling bersaing dan bertentangan. Intrik yang diakibatkan oleh hadirnya Ratu Malang ini memuncak pada pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan atas perintah Sunan Amangkurat I.\"

Galeri Foto

Ratu malang1

 

Ratu malang2

 

Ratu malang3

 

Ratu malang4

 

sebagai Ratu Malang dalam cabang Cerita Rakyat