Kyai dan Nyai Jopati Pendiri Dusun Jopaten

 

Alamat
Ds Poncosari Kel.Poncosari SRANDAKAN BANTUL

-7.978189,110.238373

 

Sejarah terjadinya Dusun Jopaten menurut sumber setempat berkait erat dengan keberadaan tokoh yang bernama Kyai dan Nyai Jopati. Diceritakan bahwa pada masa lampau (yang tidak pernah diketahui ketepatan angka tahunnya) di Dusun Jopaten yang waktu itu belum memiliki nama itu terjadi wabah penyakit yang banyak merenggut nyawa. Oleh karena banyaknya orang yang meningal akibat wabah itu, maka orang sering mengatakannya sebagai terjadi rajapati. Beruntunglah pada masa itu ada seorang tokoh tua yang dihormati di dusun itu yang mendapatkan wangsit atau bisikan gaib. Orang tua ini mendapatkan hal demikian karena ia dikenal gemar berpuasa dan bersamadi. Bisikan itu menyatakan bahwa agar warga setempat bisa terhindar dari wabah dan kematian maka warga dianjurkan untuk mengadakan upacara merti dusun dan mementaskan wayang kulit dengan mengambil lakon dari cerita Bharatayuda. Setelah warga mengadakan upacara merti dusun, maka pageblug itu pun sirna. Sejak itulah acara merti dusun dengan mementaskan wayang kulit dengan lakon Bharatayuda tidak pernah ditinggalkan oleh warga Dusun Jopaten. Hal ini dilakukan sebagai bentuk raya syukur mereka kepada Tuhan atas panen atau hasil bumi, keselamatan, keamanan, dan kesehatan. Kecuali itu upacara merti dusun juga dilakukan untuk mengenang jasa Kyai dan Nyai Jopati sebagai tokoh yang dianggap telah menghindarkan dusun itu dari musibah. Kyai dan Nyai Jopati pulalah yang kemudian dianggap sebagai cikal bakal atau pendiri Dusun Jopaten. Hanya sayangnya, silsilah Kyai dan Nyai Jopati ini tidak pernah diketahui dengan jelas. Selain upacara merti dusun, pada sekitar bulan Maret-April, di dusun ini juga selalu diadakan upacara Ruwahan menjelang bulan Puasa. Ruwahan adalah upacara tradisi yang intinya adalah mendoakan arwah yang telah meninggal dunia agar dosa-dosanya diampuni oleh Tuhan. Dalam upacar ruwahan umumnya warga membuat kenduri dengan kelengkapan nasi gurih, ingkung, ketan, kolak, apem. Sebelum upacar ruwahan dilakukan umumnya warga melakukan gotong royong membersihkan makam dan dusun. Demikian juga sebelum upacara merti dusun.

Galeri Foto

Kyai dan nyai jopati pendiri dusun jopaten

 

Kyai dan nyai jopati pendiri dusun jopaten1

 

Kyai dan nyai jopati pendiri dusun jopaten2

 

Kyai dan nyai jopati pendiri dusun jopaten3

 

sebagai Kyai dan Nyai Jopati Pendiri Dusun Jopaten dalam cabang Cerita Rakyat