Petilasan Ki Ageng Mangir Rana

 

Alamat
Ds Trimurti Kel.Trimurti SRANDAKAN BANTUL

-7.951917,110.251999

 

Menurut cerita setempat, Ki Ageng Mangir Rana adalah salah satu adik dari Ki Ageng Mangir Wanabaya yang lokasi keratonnya berada di Mangir, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Namun silsilah dan latar belakang sejarah Ki Ageng Mangir Rana tidak bisa diterangkan secara pasti. Sumber lain menyatakan bahwa kedua nisan di Mangiran yang sering dikatakan sebagai maka Ki Ageng Mangir Rana ini sesungguhnya tidak berisi jasad manusia. Sumber ini menyatakan bahwa yang dikuburkan di tempat itu adalah batu-batu bata dan kayu-kayu yang diduga kuat merupakan puing-puing dari Keraton Mangir. Oleh karena pada masa lampau nama Mangir demikian populer dan keberadaannya begitu dihormati, utamanya untuk wilayah Bantul, maka puing-puing itu kemudian dikumpulkan. Setelah itu puing-puing tersebut dikuburkan agar tidak lagi tercerai berai dan tersia-siakan. Untuk menandai keberadaan puing-puing yang dikuburkan itu, maka di atasnya kemudian didirikan batu nisan. Puing-puing itu bisa sampai di wilayah Mangiran karena dulu terbawa oleh arus banjir Sungai Progo yang sekarang keletakannya tidak begitu jauh dari kompleks makam ini. Berdasarkan peristiwa itulah, maka wilayah ini kemudian dinamakan Mangiran. Akhiran “an” pada kata Mangir ini diartikan sebagai tiruan, turunan, atau saudara dari Mangir yang sesungguhnya. Dapat juga hal itu diartikan sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang Ki Ageng Mangir di masa lalu oleh masyarakat setempat. Sampai sekarang petilasan ini masih cukup ramai dikunjungi peziarah, utamanya di malam Selasa dan Jumat Kliwon. Pada hari-hari tertentu di depan makam yang berhadap-hadapan dengan Pasar Mangiran ini juga diadakan Grebeg Mangiran sebagai salah satu bentuk penghormatan dan peringatan atad Ki Ageng Mangir sekaligus sebagai bentuk ucapan syukur masyarakat atas karunia Tuhan.

Galeri Foto

Petilasan ki ageng mangir rana

 

Petilasan ki ageng mangir rana1

 

sebagai Petilasan Ki Ageng Mangir Rana dalam cabang Cerita Rakyat