Asal Nama Dusun Kayunan

 

Alamat
Ds Donoharjo Kel.Donoharjo NGAGLIK SLEMAN

-7.687485,110.388905

 

Menurut cerita setempat, nama Dusun Kayunan berasal dari kata “kayun”. Istilah “kahyun” atau “kayun” dapat dimaknai sebagai rindu pada kedamaian, perasaan rindu atau kasih yang mendalam. Perasaan semacam ini menurut sumber setempat dulunya pernah diderita oleh tokoh yang bernama Raden Mas Palang Negoro. Ia adalah salah satu bangsawan yang berasal dari Majapahit ketika sedang dilanda perang. Pelariannya dari Majapahit itu dilakukannya bersama istrinya. Derita atau perasaan kahyun dari RM. Palang Negara itu akhirnya menjadi terobati begitu ia dan istrinya sampai di suatu tempat yang sekarang dikenal sebagai Dusun Kayunan. Di tempat ini suami istri itu mendapatkan sebuah wilayah atau daerah yang indah. Tanah di tempat ini demikian subur. Ada pula sungai yang mengalirkan air demikian jernih dan tidak pernah kering sepanjang tahun. Sungai ini juga penuh dengan ikan. Kecuali itu, di beberapa tempat juga ditemukan mata air yang mengalirkan air jernih. Hutan-hutan di sekitar juga penuh dengan pohon besar yang menghasilkan buah dan kayu. Hutan juga menjadi hunian aneka satwa. Lingkungan alam yang demikian membuat RM. Palang Negara merasa nyaman dan damai. Rasa kahyun-nya pun tersembuhkan. Berdasarkan rasa kahyun yang tersembuhkan inilah kemudian ia menamakan daerah ini Dusun Kayunan. Nama Palang Negara kemungkinan besar juga bukan nama asli dari tokoh yang membuka dan mendirikan Dusun Kayunan ini. Sumber setempat menduga bahwa nama Palang Negara berkait erat dengan derita atau berbagai hal yang dialami oleh tokoh ini. Artinya, di dalam perjalanan pengembaraannya ia mendapatkan banyak pepalang, rintangan, atau rintangan. Namun semua itu dipikulnya dengan keikhlasan. Ia ikhlas menerima pepalang negara ‘halangan-halangan yang ada dan timbul di dalam negara’ yang harus disandangnya. Keikhlasan itu dilandasi sebuah keyakinan bahwa kelak ia akan mampu menjadi semacam garam yang sekalipun tidak kelihatan, akan dapat mengasinkan lingkungannya. Memekarkan lingkungannya menjadi lingkungan yang baik, damai, serta makmur. Selain itu, ia akan menurunkan trah Majapahit. Entah bagaimanapun cara dan jadinya, ia akan menurunkan keturunan Majapahit agar tidak hilang/habis. Sesungguhnya, pada awalnya, RM Palang Negara menamakan daerah yang dibukanya itu dengan nama Sanareja. Sana atau sasana diartikan sebagai tempat dan reja diartikan sebagai makmur. Hal ini sesuai dengan ener ‘arah’, nur ‘cahaya’, atau visi RM. Palang Negara sejak awalnya, yakni mengarah pada pendirian sebuah tempat yang dapat memberikan kedamaian sekaligus kesejahteraan. Dalam kesehariannya suami istri ini saling menyayangi, penuh kasih, dan saling melayani. Bukan saling memanfaatkan sebagai bentuk eksploitasi dan eksplorasi. Apalagi mencari untung, menang, dan enaknya sendiri. Berdasarkan hal itu, maka Dusun Sanareja yang akhirnya lebih dikenal dengan nama Kayunan ini berkembang menjadi dusun yang cukup makmur. Semula nisan makam Kyai dan Nyai Kahyun memang tidak pernah ditemukan. Kuburan dari keduanya hanya berupa gundukan tanah yang berada di bawah pohon kemuning. Berdasarkan hal itu maka orang pun berkesimpulan bahwa Kyai dan Nyai Kayun memang tidak bersedia kuburannya diberi penanda berupa batu nisan. Akan tetapi pada perkembangannya hal itu tetap dilakukan juga demi menjaga agar kuburan tokoh pendiri Dusun Kayunan ini tidak hilang. Hal ini merupakan bentuk penjagaan atau pelestarian sejarah Dusun Kayunan itu sendiri.

Galeri Foto

Donoharjo 1

 

Donoharjo 3

 

sebagai Asal Nama Dusun Kayunan dalam cabang Cerita Rakyat