Asal Mula Gunung Merapi

 

Alamat
Ds Hargobinangun Kel.Hargobinangun PAKEM SLEMAN

-7.616826,110.423866

 

Alkisah, Pulau Jawa adalah salah satu dari lima pulau besar di Indonesia. Konon, pulau Pulau Jawa pada masa lampau letaknya tidak rata atau miring. Oleh karena itu, para dewa di Kahyangan bermaksud untuk membuat pulau tersebut tidak miring. Dalam sebuah pertemuan, mereka kemudian memutuskan untuk mendirikan sebuah gunung yang besar dan tinggi di tengah-tengah Pulau jawa sebagai penyeimbang. Maka disepakatilah untuk memindahkan Gunung Jamurdipa yang ada di Laut Selatan ke sebuah tanah datar di bagian tengah pulau Jawa. Sementara itu, di daerah di mana gunung Jamurdipa akan ditempatkan terdapat dua empu yang sedang membuat keris sakti. Mereka adalah Empu Rama dan Empu Pamadi yang memiliki kesaktian tinggi. Oleh karena itu, para dewa terlebih dahulu akan menasihati kedua empu tersebut agar segera pindah ke tempat lain sehingga tidak tertindih oleh gunung yang akan ditempatkan di daerah itu. Raja para dewa, Batara Guru pun mengutus Batara Narada dan Dewa Penyarikan beserta sejumlah pengawal dari istana Kahyangan untuk membujuk kedua empu tersebut.  Setiba di tempat itu, utusan para dewa langsung menghampiri kedua empu tersebut yang sedang sibuk menempa besi yang dicampur dengan berbagai macam logam. Betapa terkejutnya Batara Narada dan Dewa Penyarikan saat menyaksikan cara Empu Rama dan Empu Pamadi membuat keris. Kedua empu tersebut menempa sebatang besi membara tanpa menggungakan palu dan landasan logam, tetai dengan tangan dan paha mereka. Kepalan tangan mereka bagaikan palu baja yang sangat keras. Setiap kali kepalan tangan mereka pukulkan pada batang besi membara itu terlihat percikan cahaya yang memancar.  Batara Narada kemudian menghampiri dan menjelaskan permintaan para dewa kepada kedua empu tersebut. Setelah mendengar penjelasan itu, keduanya hanya tertegun. Mereka merasa permintaan para dewa itu sangat berat. Meskipun telah dijanjikan tempat yang lebih baik, kedua empu tersebut tetap tidak mau pindah dari tempat itu. Melihat keteguhan hati kedua empu tersebut, Dewa Narada dan Dewa Penyarikan mulai kehilangan kesabaran. Oleh karena mengemban amanat Batara Guru, mereka terpaksa mengancam kedua empu tersebut agar segera pindah dari tempat itu.  Kedua empu tersebut tidak takut dengan ancaman itu karena merasa juga sedang mengemban tugas yang harus segera diselesaikan. Oleh karena kedua belah pihak tetap teguh pada  pendirian masing-masing, akhirnya terjadilah perselisihan di antara mereka. Kedua empu tersebut tidak gentar meskipun yang mereka hadapi adalah utusan dewa. Dengan kesaktian yang dimiiki, mereka bertarung demi mempertahankan tempat itu. Tak ayal, pertarungan sengit pun terjadi. Meskipun dikeroyok, kedua empu tersebut berhasil memenangkan pertarungan itu. Batara Narada dan Dewa Penyarikan yang kalah dalam pertarungan itu segera kembali ke Kahyangan untuk melapor kepada Batara Guru. Mendengar laporan itu, Bathara Guru menjadi murka dan memerintahkan Dewa Bayu untuk memindahkan Gunung Jamurdipa. Dengan kesaktiannya, Dewa Bayu segera meniup gunung itu. Tiupan Dewa Bayu yang bagaikan angin topan berhasil menerbangkan gunung Jamurdipa hingga melayang-layang di angkasa dan kemudian jatuh tepat di perapian kedua empu tersebut. Kedua empu yang berada di tempat itupun ikut tertindih oleh Gunung Jamurdipa hingga tewas seketika. Menurut cerita, roh kedua empu tersebut kemudan menjadi penunggu gunung itu. Sementara itu, perapian tempat kedua empu membuat keris sakti berubah menjadi kawah. Oleh karena kawah itu semula merupakan sebuah perapian, maka para dewa mengganti nama gunung Jamurdipa menjadi Gunung Merapi.

Galeri Foto

Hargobinangun 1

 

Hargobinangun 2

 

sebagai Asal Mula Gunung Merapi dalam cabang Cerita Rakyat