Retna Lestari

 

Alamat
Ds Hargobinangun Kel.Hargobinangun PAKEM SLEMAN

-7.598697,110.430487

 

\"Dengan alasan kurang tinggi, maka cepat-cepat Retna Lestari turun dari atas punggung Kyai Bakuh, lalu mengambil batu besar, diletakkannya di atas punggung raksasa itu sebagai tumpuan kaki. Dengan mengulangi alasan yang sama, Retna Lestari terus mengambil batu besar dan ditumpuk di punggung Kyai Bakuh. Lama-kelamaan tumpukan batu di atas punggung makin bertambah tinggi, bertambah besar, sampai kepala Kyai Bakuh tertimbun oleh batu. Kaki raksasa itu menendang-nendang untuk mencoba menghindari timbunan batu itu. Retna Lestari kawatir batu-batu yang ditumpuk itu akan longsor, lalu meminta kepada Kyai bakuh untuk bersabar dulu beberapa saat lagi menunggu sampai matahari hamper terbenam karena mega belum mekar dan belum berwarna kemerah-merahan. Dengan alasan bahwa Retna Lestari perlu tumpuan untuk satu kakinya lagi, maka Retna Lestari cepat-cepat turun untuk mengambil bebatuan dan ditumpuk kembali di atas tubuh Kyai Bakuh. Tumpukan-tumpukan batu tersebut akhirnya tinggi sekali, hingga puncaknya hampir mencapai langit. Napas Kyai Bakuh terasa makin sesak, karena tubuhnya tertindih dua buah tumpukan batu itu. Lebih-lebih, kepalanya pun tertutup oleh timbunan batu, sehingga lubang hidungnya pun tak dapat lagi dipergunakan untuk bernapas secara leluasa. Kini, kakinya tak dapat meronta-ronta karena tertindih tumpukan batu. Dengan nada berat Kyai Bakuh menanyakan apakah Retna Lestari sudah bisa memetik mega, namun jawaban Retna Lestari selalu mengatakan belum untuk mengulur-ulur waktu. Setelah dirasa Kyai Bakuh tidak bisa bangun karena tertindih batuan yang sangat banyak, maka Retna Lestari meninggalkan Kyai Bakuh. Berulang kali Kyai Bakuh memanggil-manggil nama Retna Lestari, tetapi sama sekali tak ada jawaban. Lama kelamaan tahulah Kyai Bakuh, bahwa ia ditipu oleh Retna Lestari. Ia meronta dengan mengerahkan tenaga sekuat-kuatnya, tetapi batu-batu yang tertumpuk di atas tubuhnya tetap tak bergerak. Tubuh Kyai Bakuh tetap tertelungkup di bawah dua buah tumpukan batu. Tumpukan batu itu berjumlah dua buah, terletak berjejer berdampingan di sebelah utara kota Yogyakarta. Kyai Bakuh tertelungkup membujur ke selatan, kepalanya berada di sebelah selatan dan kakinya di sebelah utara. Tumpukan batu yang menindihi tubuh Kyai Bakuh itu sangat tinggi, hingga puncaknya dapat mencapai mega-mega di langit. Sampai sekarang tumpukan batu itu masih ada. Onggokan tumpukan batu yang terletak di bagian kepala Kyai Bakuh, dinamakan Gunung Merapi, dan yang terletak pada bagian kaki, yaitu di sebelah utara tumpukan yang pertama, dinamakan Gunung Merbabu. Sekali-kali terdengar suara menggelegar dari Gunung Merapi. Kata orang, itulah suara si raksasa Kyai Bakuh yang sedang marah, berteriak-teriak dan menyumpah-nyumpah. Sekali-kali terasa tanah bergetar di sekitar gunung itu. Kata orang, Kyai Bakuh sedang meronta-ronta akan membebaskan diri dari timbunan onggokan batu-batu itu. Setiap kali ada gempa bumi dan suara menggemuruh dari gunung itu, orang-orang yang menghuni perkampungan di sekitar gunung itu lalu berbisik : \"\"Kyai Bakuh, Kyai Bakuh. Anak-putuku lestaria wutuh\"\" (bahasa Indonesia: Kyai Bakuh, Kyai Bakuh. Anak cucuku selamatlah utuh\"\"). Maksud ucapan itu ialah mengharap agar kemarahan Kyai Bakuh akibat dendamnya kepada Retna Lestari itu, jangan sampai ditimpakan kepada mereka dan anak-cucu mereka. Begitulah, setiap saat rakyat mengenang jasa besar Retna Lestari, yang telah menyelamatkan manusia dari ancaman bencana maut yang ditimbulkan oleh Kyai Bakuh yang ganas dan buas\"

Galeri Foto

Hargobinangun 1

 

Hargobinangun 2

 

sebagai Retna Lestari dalam cabang Cerita Rakyat