Roro Jonggrang

 

Alamat
Ds Bokoharjo Kel.Bokoharjo PRAMBANAN SLEMAN

-7.76557,110.488415

 

\"Alkisah, pada zaman dahulu kala, ada seorang raja yang bernama Prabu Baka yang bertahta di Prambanan. Ia seorang raksasa yang menakutkan dan memiliki kesaktian yang tinggi. Wilayah kekuasaanya sangat luas. Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar wilayahnya semua takluk di bawah kekuasaanya. Meskipun raksasa, Prabu Baka mempunyai seorang putri cantik yang berwujud manusia bernama Roro Jonggrang. Prabu Baka sangat menyayangi putri tungganya itu. Sebagai wujud kasih sayangnya, ia mewariskan seluruh kesaktian dan kepandaian yang dimilikinya. Maka jadilah Roro Jonggrang seorang putri yang cantik jelita dan sakti mandraguna. Sementara itu, ditempat lain, tersebutlah sebuah kerajaan yang tak kalah besarnya dengan Prambanan, yakni kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut memiliki seorang ksatria yang sakti bernama Bondowoso. Kesaktian Bondowoso terletak pada senjatanya yang bernama Bandung. Selain itu, Bondowoso juga mempunyai balatentara berupa makhluk-makhluk halus. Jika membutuhkan bantuan, Bondowoso mampu mendatangkan makhluk-makhluk halus tersebut dalam waktu sekejab. Suatu ketika, Raja Pengging bermaksud memperluas wilayah kekuasaanya. Ia pun memerintahkan Bondowoso dan pasukannya untuk menyerang Prambanan. Keesokan harinya, berangkatlah Bondowoso bersama pasukannya ke Prambanan. Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masukan ke dalam istana. Prabu Baka pun tidak tinggal diam. Ia segera memerintahkan pasukannya untuk menahan serangan pasukan Bondowoso yang datang secara tiba-tiba. Pertempuran sengit pun tak terelakkan lagi. Namun, karena pasukan Prabu baka kurang siap dalam pertemuan itu, akhirnya pasukan Bondowoso berhasil menaklukkan mereka. Prabu Baka sendiri tewas terkena senjata sakti Bondowoso yang bernama Bandung. Sejak itu, Bondowoso pun dikenal dengan nama Bandung Bondowoso. Setelah Bandung Bondowoso dan pasukannya memenangkan pertempuran itu, Raja Pengging pun mengamanatkan Bandung Bondowoso untuk menempati istana Prambanan. Setelah itu, Bandung Bondowoso pun segera menempati istana Prambanan.  Pada saat hari pertama menempati istana Prambanan, ia langsung terpesona melihat kecantikan Roro Jonggrang dan berniat untuk menjadikannya sebagai permaisuri. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mengajukan syarat untuk dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah dalam satu malam.  Bandung Bondowoso pun menyanggupi dan segera segera meminta bantuan pasukan jin. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing dan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.  Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah dan menyatakan syarat yang diajukan tidak terpenuhi. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. Sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang mengatakan. \"\"Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!\"\" katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Seketika itu juga, Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan dan disebut Candi Loro Jonggrang\"

Galeri Foto

Desa bokoharjo 1

 

Desa bokoharjo 2

 

Desa bokoharjo 3

 

sebagai Roro Jonggrang dalam cabang Cerita Rakyat