Kanjeng Ratu Beruk

 

Alamat
Ds Sorosutan Kel.Sorosutan UMBULHARJO YOGYAKARTA

-7.825565,110.380406

 

Menurut jurukunci setempat Kanjeng Ratu Beruk adalah nama julukan. Nama sesungguhnya adalah Kanjeng Ratu Kencana. Ia mendapat julukan Kanjeng Ratu Beruk karena berhasil membantu mengentaskan bahaya kelaparan yang pernah melanda Surakarta. Dalam membantu masyarakat itu Kanjeng Ratu Kencana membagi-bagikan beras dengan takaran beras yang terbuat dari beruk ‘tempurung kelapa’ yang umum dipakai sebagai alat penakar beras di masa lalu. Kanjeng Ratu Beruk adalah keturunan keenam dari Ki Ageng Karanglo, yakni tokoh yang menyambut dan menyuguh Ki Gede Pemanahan dan Panembahan Senapati ketika hendak membuka Hutan Mentaok. Ia pula yang diramalkan oleh Sunan Kalijaga tidak akan dapat ikut menikmati kamukten ‘bahagia sejahtera’ di Mataram sampai keturunannya yang ke tujuh. Namun ternyata ramalan Sunan Kalijaga ini tidak sepenuhnya benar karena pada garis keturunan ke lima, yakni pada Kyai Tumenggung Wirareja, pulung atau keberuntungan untuk mukti di Mataram itu mulai menghampirinya. H.J. de Graaf dalam sebuah bukunya menyebutkan bahwa Kanjeng Ratu Beruk pada awalnya adalah seorang penjual arang di daerah Coyudan, Surakarta. Ayahnya tinggal pada seorang kawannya yang pekerjaannya sebagai pelantun tembang macapat di Keraton Surakarta. Pada suatu ketika pelantun tembang ini tidak dapat datang ke istana Surakarta karena sakit. Tugas melantunkan tembang itu pun digantikan oleh Wirareja selaku ayah penjual arang ini. Oleh karena tembangnya juga bagus, maka Wirareja pun diangkat menjadi pelantun tembang istana. Bersamaan dengan itu anak perempuan Wirareja sering diajak serta sowan ke istana. Selang beberapa saat anak perempuannya ini masuk menjadi penari bedaya di istana. Pada suatu saat ia pun diambil sebagai permaisuri oleh Sunan Paku Buwana III atau Sinuwun Suwarga (1749-1788). Tidak jelas benar siapa nama kecil dari permaisuri ini. Hanya saja setelah menjadi permaisuri, ia bergelar Kanjeng Ratu Kencana. Gelar ini diduga menjadi gelar kesayangan yang diberikan kepadanya karena kencana dalam bahasa Jawa berarti emas. Ada pula dugaan bahwa gelar ini juga disesuaikan dengan warna kulitnya yang kuning bersinar seperti emas. Pengangkatannya menjadi permaisuri Sunan terjadi pada sekitar tahun 1762.

Galeri Foto

Kel sorosutan 1

 

Kel sorosutan 2

 

sebagai Kanjeng Ratu Beruk dalam cabang Cerita Rakyat