Museum Sasana Wiratama

 

Alamat
Jl. HOS Cokroaminoto Tegalrejo TR. III No. 430 Ds. Tegalrejo Kec. Tegalrejo Yogyakarta

-7.787128,110.361258

 

Proyek pembangunan museum ini pertama kali diprakarsa oleh Komandan Distrik Militer, Mayor Jenderal Surono, dilanjutkan oleh Mayjen TNI Widodo dengan surat resmi yang memutuskan untuk membangun museum di bekas kediaman Pangeran Diponegoro, lalu disetujui oleh para ahli waris yaitu Nyi Hadjar Dewantara danKanjeng Raden Tumenggung Purejodiningrat. Dan selanjutnya disahkan oleh presiden Suharto melalui Departemen Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Museum ini juga terkenal dengan nama Museum Pangeran Diponegoro, karena merupakan bekas rumah kediaman Pangeran Diponegoro. Berada di Jl. HOS Cokroaminoto Tr. III/430, KotamadyYogyakarta. Ia terkenal sebagai seorang bangsawan Kraton yang gigihberjuang melawan penjajah kolonial Belanda sekitar tahun 1825-1830. Tujuan pembangunan museum ini adalah untuk mengenang kembali jiwa kepahlawanan serta kegigihan dari Pangeran Diponegoro, sehingga dalam pembangunannya juga masih mempertahankan keaslian  beberapa tempat yang mengandung arti sejarah. Seperti bekas tembok yang pernah dijebol oleh Pangeran Diponegoro sewaktu melepaskan diri dari kepungan kompeni.  Di tempat ini juga terdapat pohon Manggis keramat dan padasan (tempat wudlu) yang biasa dipergunakan oleh Pangeran Diponegoro

 

Dari pintu masuk gerbang utama ada pendopo yang mengelilingi meseum, dan tembok jebol yang melatarbelakangi sejarah Pangeran Diponegoro untuk lepas dari kepungan Belanda. Selain itu, ada juga padasan atau tempat wudlu di depan pendopo, serta Batu Comboran atau tempat makan dan minum kuda pangeran di sebelah tenggara pendopo.

Terdapat monumen pangeran Diponegoro yaitu sebuah pahatan dinding relief yang terbuat dari pringgitan sepanjang 20 meter dan tinggi 4 meter yang berkisah tentang tentara Belanda yang menyerbu Desa Tegalrejo yang damai sehingga menyebabkan perang Pangeran Diponegoro, selanjutnya dia ditipu dan ditangkap di Magelang ketika hendak menuju Semarang.

 

Monumen relief tersebut dipahat oleh seniman patung bernama Drs. Saptono bersama rekannya Sutopo, Sokodiharjo, dan Askabul dari Akademi Seni Rupa Indonesia. Di masing-masing sisi kanan dan kiri monumen terdapat lukisan Pangeran Diponegoro di sebelah barat, dan di sebelah timur terdapat lukisan Pangeran Diponegoro menunggang kuda hitam untuk berperang.


Galeri Foto

Museum sasana wiratama

 

Museum sasana wiratama1

 

Museum sasana wiratama2

 

Museum sasana wiratama3

 

Museum sasana wiratama4

 

Museum sasana wiratama5

 

Museum sasana wiratama6

 

sebagai Museum Sasana Wiratama dalam cabang Museum