Museum Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia

 

Alamat
Jl. Adisucipto 88 Ds. Demangan Kec. Depok Gungung Kidul

-7.783107,110.397843

Tahun berdiri
1983

 

Gedung Mandala Bhakti Wanitatama merupakan perwujudan keinginan wanita Indonesia untuk mendirikan monumen yang menandakan kesatuan gerak dan langkah wanita Indonesia yang memiliki peranan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Realisasi pendirian gedung tersebut dilandasi oleh cita-cita Kongres Perempuan Indonesia pertama pada tahun 1928 di Yogyakarta.

Yayasan Hari Ibu yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1953 itu mendapat tugas untuk membangun monumen yang berwujud gedung ini. Berkat jasa almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono IX selaku penasehat Yayasan Hari Ibu pada waktu itu, monumen dapat menempati lokasi yang strategis ini.


Adapun peletakan batu pertama dilaksanakan pada puncak acara peringatan Seperempat Abad Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia pada tanggal 22 Desember 1953.
Gedung yang pembangunannya dilaksanakan secara bertahap ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Desember 1983, dan didedikasikan untuk khususnya pergerakan wanita, dan masyarakat pada umumnya.

Profil Museum

Sebagai ciri khas Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, museum ini merupakan sarana penting untuk mengenang kembali perjuangan wanita dari waktu ke waktu. Berbagai macam benda koleksi berupa realia, ilustrasi foto peranan wanita pada masa itu, dan diorama merupakan bukti otentik perjuangan wanita Indonesia.
Adapun materi koleksi museum yang dipamerkan dapat dikelompokkan menjadi beberapa periode yaitu :

  • Pergerakan wanita pada masa penjajahan
  • Pergerakan wanita pada masa perang kemerdekaan
  • Pergerakan wanita pada masa demokrasi liberal
  • Pergerakan wanita pada masa demokrasi terpimpin
  • Pergerakan wanita pada masa orde baru
  • Pergerakan wanita pada masa reformasi


Koleksi lain yang dapat dilihat di museum ini berupa sebuah mesin ketik tua Remington Portable  Model 5 yang pernah digunakan Ibu Sri Mangunsarkoro yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Panitia Peringatan Seperempat Abad Konggers Perempuan Indonesia pada tahun 1928. Selain itu, sebuah mesin jahit kuno menajdi saksi bisu kiprah pergerakan wanita dalam sejarah penting terbentuknya bangsa Indonesia. Mesin jahit tersebut pernah digunakan dalam kegiatan Kursus Wanita Pembangunan Desa tahun 1956, 1958, dan 1959.

Ruang pamer museum memajang seragam organisasi wanita dari masa ke masa, diantaranya seragam Perwari (Persatuan Wanita Republik Indonesia). Satu koleksi yang tak bisa dilewatkan di museum ini adalah sebuah kunci emas, merupakan cindera mata dari Pimpinan Wanita San Yuan (Puerto Rico) untuk Ibu Sri Mangunsarkoro.

Lengkap sudah peranan museum ini dalam menyajikan pengetahuan tentang pergerakan wanita di Indonesia. Dengan total koleksi sekitar 700 buah dan buku kurang lebih 2000 buah di perpustakaan yang merupakan bagian dari monumen ini sebagai sarana informasi, pendidikan dan rekreasi bagi masyarakat luas.
Museum Monumen Pergerakan Wanita Indonesia

Waktu Kunjungan :

  • Senin-Jumat Pukul 08.00-15.00 WIB.
  • Sabtu Pukul 08.00-14.00 WIB.
  • Hari Minggu dan Hari besar Nasional tutup, kecuali ada pemberitahuan lebih dahulu.


Tiket :

  • Umum                     : Rp.2000
  • Pelajar/Mahasiswa  : Rp.1000
  • Rombongan            : Harga Khusus

Galeri Foto

Museum kesatuan pergerakan wanita indonesia

 

Museum kesatuan pergerakan wanita indonesia1

 

Museum kesatuan pergerakan wanita indonesia2

 

Museum kesatuan pergerakan wanita indonesia3

 

sebagai Museum Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia dalam cabang Museum