SEH JANGKUNG

 

Alamat

Jl. Pangurakan No.6, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122m

Lokasi simpan
Museum Sonobudoyo

-7.802715,110.363956

Pemilik/Pengelola
Museum Sonobudoyo

 

PB A.28  134 Bhs jawa Aks Pegon Macapat Rol 106 no.8

Ceria sejarah di kerajaan Mataram pada jaman Sultan Agung. Dimulai dengan seorang penduduk bernama Seh Jangkung yang mempunyai istri bernama Nyai Miyana dan anak Raden Momok. Karena sedih ditinggal mati oleh isterinya maka Seh Jangkung mengembara ke Rembang. Karena ingat anak yang dititipkan pada kakek perempuannya, ia kembali pulang. Tetapi tidak lama ia mengembara lagi ke Selatan daerah Pati dan membangun pedukuhan Ladoh. Selain itu mengaji ilmu pada Pangeran Kudus (keturunan sunan kudus). Tetapi diusir karena perbedaan dasar kaidah kepercayaan. Seh Jangkung terus ke Demak, masuk laut dan terbawa gelombang sampai Jepara. Ia bertapa pada tubuh kerbau yang mati selama 40 hari. Setelah itu ia masuk laut lagi dan sampai ke Palembang. Disana ia mampu menyembuhkan banyak orang yang sakit terkena wabah. Seh Jangkung kemudian diambil mantu oleh Raja Palembang dan dihadiai tanah.

Setelah lama, ia mengembara ke Cirebon. Disana ia juga berhasil menyembuhkan orang orang yang terkena wabah penyakit. Karenanya ia diambil mantu oleh Raja Cirebon, dikawinkan dengan Pandan Arum dan mempunyai anak yang berna a Raden Mukmin. Kemudian ia mengembara lagi ke banten dan berhasil menundukkan pemberontakan. Selanjutnya ia kembali ke Cirebon. Karena isterinya mati, ia pergi lagi sampai ke daerah Kendal, terus ke desa perbuan. Disitu ia mendirikan sebuah Masjid. Dari situ ia mengembara lagi ke Gresik, ahirnya sampai di desa Landoh disebelah barat daya kota Mataram. Ia bertapa, siang didaratan dan malam di getek (rakit). Karena ia semakin menjadi terkenal maka ia diangkat menjadi penasehat oleh Sultan Agung dan dikawinkan dengan putrinya Ratna Jinoli.

Sultan Agung bersama-sama Seh Jangkung pergi ke Mekah menemui Imam Safi’i dan Imam Maliki untuk menanyakan apakah benar Raja Rum akan menyerang tanah jawa. Kedua imam membenarkan hal itu. Sultan Agung bersama Seh Jangkung terus ke Rum. Pertarunagn melawan Raja Rum dimenagkan oleh Sultan Agung dengan bantuan Seh Jangkung. Setelah kembali ke jawa, tatkala Sultan Agung membangun makam Imogiri, Seh jangkung ikut ambil bagian dalam pembuatan saluran air. Seh Jangkung diangkat menjadi Panembahan dan mendapat tanah di Landoh, hingga disebut Panembahan Landoh oleh para murid muridnya. Kemudian ia masih berhasil membasmi pemberontakan di Tuban. Akhirnya ia meninggal pada tahun 1563 dan dimakamkan di Landon.

Galeri Foto

DSC04544 JPG

 

DSC04545 JPG

 

PBA28  00002

 

PBA28  00035

 

PBA28  00069

 

sebagai SEH JANGKUNG dalam cabang Naskah Kuno