SERAT KANCIL AMONGPRAJA

 

Alamat

Jl. Pangurakan No.6, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122

Lokasi simpan
Museum Sonobudoyo

-7.802715,110.363956

Pemilik/Pengelola
Museum Sonobudoyo

 

PB A.35  172 Bhs jawa Aks Jawa Macapat  Rol 86 no.4

Keterangan korpus. Cerita tentang prilaku kehidupan binatang, khususnya kancil sebagai tokoh utama, merupakan bahan pendidikan untuk anak-anak pada masa dulu. Tetapi ternyata malah dapat diterima seluruh lapisan masyarakat. Semula dongeng binatang atau fariable ini diceritakan dalam bentuk lisan saja, tetapi pada abad ke-19 kisah ini mulai dibukukan, maupun dalam bentuk prosa maupun tembang macapat. Ceritera dengan tokoh utama seekor kancil atau pelanduk yang pandai, mengakali semua lawan, tidak hanya terkenal di pulau jawa, tetapi terkenal juga dalam kesusastraan melayu terutama dengan judul Hikayat Peladuk Jenaka. Adapun versi-versi ceritera kancil cerdik dalam sastra Cham Kampuchea dan Vietnam.

Sumber sumber yang menguraikan akan panjang tentang Serat Kancil versi bahasa jawa cukup banyak. Yang paling penting ialah seri makalah oleh Brandes yang dimuat dalam majalah TBG pada tahun 1894, 1901 dan 1903. Lihat juga Brades II: 49, Pretelan I: 137-147, II:220-255, Juynboll II:104 dav Vreede 1892:313-314. Tiga versi serat kancil sudah pernah diterbitkan, yaitu suntingan W. Palmer van den Broek, Terbit di Den Haag pada tahun 1878 (dicetak ulang dalam edisi baru, suntingan D,F. Van der Pant, tahun 1889) terbitan Va Dorp di semarang, tahun 1871, 1875 dan 1879 dan edisi R. Panji Natarata diterbitkan dalam 2 jilid  di Yogyakarta 1909-1910.

Jumlah cerita dari siklus kancil cukup banyak, dan versi-versi kumpulan cerita ini dalam bentuk tembang macapat lebih banyak lagi. Disamping karangan Amongsastra dari tahun 1822 di Surakarta (edisi Palmer van den Broek) dan versi Pasisiran terbitan van Drop yang tertulis diatas, juga banyak saduran serat kancil lagi. Brandes membahas versi teks ini yang digubah di Pakualaman oleh P.A. Sasranigrat pada ahir abad ke-19 dalam makalah tahun 1903. Lor 3956 merupakan redaksi lain lagi. Setelah melihat naskah naskah serat kancil milik Musium Sonobudoyo (MSB/L180-187, MSB/Lpiw81), ternyata hampir setiap teks ini masih lain versinya dengan yang disebut diatas, sehingga kesan seakan akan kebanyakan naskah Kancil memuat versi teks yang berbeda,. Perkecualian disini ialah saduran R.P. Sasrawijaya yang diwakili oleh dua naskah Sonobudoyo, MSB/L181 dan L186, serta edisi cetak suntingan R.P. Natarata tersebut, yang ketiganya memuat teks yang seversi. Beberapa diantara teks Serat Kancil diketahui berasal dari Yogyakarta, dan memang rupanya ada perhatian dari kota itu, terutama dikawasan pakualaman terhadap Serat Kancil, sehingga di satu istana itu, teks cerita hewan disadur ulang beberapa kali.

Keterangan naskah. Naskah MSB/L180 ini memuat saduran dari siklus dongeng Kancil dari awal sampai Si Kancil menjadi raja negri Gebangtinatar dan banteng sebagai patihnya, dengan segala perbuatan baik dan buruknya. Memuat pendidikan moral tentang perbuatan baik dan jahat yang dilakukan masyarakat dan pejabat pemegang pemerintahan. Naskah ini dilengkapi dengan ringkasan oleh M. Sinoe Moendisoera, Surakarta, sebanyak 6 halaman huruf Jawa, tulisan tangan.

Mengenai penyalinan manuskrip ini, pada h.1 disebutkan bahwa naskah mulai disalin pada rabu pahing, 16 jumadilawal, Alip 1835 “saking siking Murtingrat” (=19 juli 1905). Penyalin juga menyebutkan namanya, ialah Ng. Jagasarsana.

Galeri Foto

DSC04555 JPG

 

DSC04556 JPG

 

DSC04557 JPG

 

PBA35 00004

 

PBA35 00041

 

PBA35 00088

 

sebagai SERAT KANCIL AMONGPRAJA dalam cabang Naskah Kuno