PAKEM RINGGIT PURWA : Lampahan Dewa Amral

 

Alamat

Jl. Pangurakan No.6, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122

Lokasi simpan
Museum Sonobudoyo

-7.802715,110.363956

 

PB C.16  55  Bhs jawa Aks Jawa Prosa  Rol 40 no.2

Cerita wayang lakon Dewa Amral terbagi menjadi 11 adegan yaitu:

ADEGAN I di Jonggingsalaka (h. 1-7) membicarakan penghukuman kepada Puntadewa, karena berani memakai  “Dewa” menyamai nama para Dewa.

ADEGAN II di Paranggubraja (h.7-8) membicarakan Dewa Srani akan menghadap Hyang Guru beserta para danawa.

ADEGAN III di Amarta (h.8-15) membicarakan Danajaya yang tidak nampak hadir sebab sedang mengembara mencari makana impiannya. Pada saat itu datanglah Batara Narada dan Yamadipati, untuk mencabut nyawa Puntadewa. Maksud tersebut ditrima tetapi digantikan oleh kluwarga  Pandawa selain Arjuna.

ADEGAN IV di tengah hutan (h.15-18) membicarakan makna impian Arjuna dengan cara bertapa, tetapi dikemudian hari Yamadipati menagkap Arjuna dengan jala sutra.

ADEGAN V di Suralaya (h. 18-21) membicarakan siasat untuk menagkap Danajaya setelah Werkudara, Nakula, Sadewa dimasukkan yamani.

ADEGAN VI di Amarta (h.21-27) membicarakan bahwa Dewa Amral telah dapat ijin untuk menyerang kayangan. Datanglah Semar dan anak anaknya. Kemudian bersama-sama menyerang Kayangan/Suralaya.

ADEGAN VII di Kayangan Argadumilah (h. 27-31 )membicarakan Yamaniraras anak Yamadipati inggin bertemu Raden Danajaya. Yanadipati mengizinkan dan Dananjaya tidak dimasukkan ke kawah Candradimuka.

ADEGAN VIII di Junggringsangkala (h.32-34) membicarakan Dewa Amral dengan putra Pandawa menyerang Junggringsangkala, semua dewa dapat dikalahkan.

ADEGAN XI di Astina ( h.34-37 ) membicarakan Narada meminta bantuan kurupati untuk mengalahkan Dewa Amral.

ADEGAN X di Darawti, (h.37-38) membicarakan Batara Narada meminta bantuan Kresna untuk mengalahkan dewa Amral.

ADEGAN XI di Junggringsengkala (h. 38-53) membicarakan Kresna diminta oleh para dewa untuk mengalahkan Dewa Amral, Kresna menyanggupi tetapi hanya sebagai botoh atau pengatur siasat siapa yang akan melawan Dewa Amral apabila jago pertama tidak bisa mengalahkannya. Setelah semua kluwarga Pandawa terbebaskan barulah Kresna melawan Dewa Amral dan berahir semua kembali pada ujud semula.

 

Menurut catatan dalam naskah (h.53)teks ini dikarang oleh M. Lagutama, di Surakarta. Ki Dalang M. Lagutama ini banyak mempersiapkan bahan bahan pakem pewayangan untuk para sarjana Belanda pada tahun-tahun 1930-an. Untuk naskah lain yang juga merupakan buah hasil karya Lagutama, lihat pada indeks umum atalog ini.

Galeri Foto

DSC04588 JPG

 

DSC04589 JPG

 

PBC15 00007

 

PBC15 00029

 

PBC15 00051

 

sebagai PAKEM RINGGIT PURWA : Lampahan Dewa Amral dalam cabang Naskah Kuno