PAKEM RINGGIT GEDHONG, PURWA TUWIN LANGENDRIYAN

 

Alamat

Jl. Pangurakan No.6, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122

Lokasi simpan
Museum Sonobudoyo

-7.802715,110.363956

Pemilik/Pengelola
Museum Sonobudoyo

 

SK  28  179  Bhs Jawa  Aks Jawa  Puisi/Prosa   Roll  40   no. 7

1.Sri Tejalengkara (h. 1-56). Ringkasan lakon dari siklus wayang gendhong menceritakan tentang pemerintahan Raja Tejalengkara di Majapura, dituangkan  dalam bentuk tembang macapat. Hal 1, terdapat sandiasmara, terbaca : Ri sang Harya Tundhakusuma.” R. Thendakusuma tersebut adalah seorang bujangga dari Mangkunegara pada jaman MN IV yang terkenal sebagai pengarang lakon wayang gedhong. Hal. I, pensil, huruf jawa, gaya tulisan sangat berbeda dengan yang didalam teks : “Pakem Gedhong lampahan Sri Tejalengkara Bengawan, 1827.” Tahun masehi 1897 bertepatan dengan tahun jawa 1827.

2.Gendruwo Raja Bali (h.1-20). Siklus wayang purwa, dituangkan dalam bentuk tembang macapat, menceritakan tentang Dyah Sumbadra ( Sebagai Gendruwo Raja Bali), diwakili dengan lukisan kerajaan Dwarawati dan berahir dengan sayembara raja Madura. Teks ini dikarang oleh R.M Bekel Prawirawilaya pada tahun 1895. Pengarang menyebut dirinya sebagai “siswa dhusun kadireja ing Bantul”

3. Catetan warna-warni (h. 1-26). (a) Serat Bratamaya, h.1-4. Dongeng tentang Raden Sukma Sadewa di Dipanirmala, dituangkan dalam bentuk tembang macapat. Pada baid kedelapan teks terputus, cerita tak berkelanjutan. (b) Catetan Sarasilah, h. 5-9, 24-26 (prosa). Diaawali dari Raja Jaka Dilah sampai dengan sultan demak I. Bagian ini ditulis dengan pensil, sehingga kontras amat kurang, dan tulisan sulit dibaca. (c) Catetan Tambang, h.20-23. Dialog Minakjingga dengan Sindura tentang Putri Kencanawunggu, dituangkan dalam bentuk tembang.

4.Kandha Pocapan Langendriyan (h. 1-63). Diawali jejer Prabu Jayawisesa dan diahiri dengan jejer Prabu Hardabaskara di Parangretna. Teks disertai dengan petunjuk iringan gamelan.

5.Ringgit Langenwinaga Lampahan Jatipitutur (h.1-13). Teks lengkap satu lakon isertai petunjuk iringan gamelan.Hal. i, tinta hitam, huruf Jawa: “Ringgit Langenwinangga Lampahan Jatipitutur, naliko taun Jimawal, angka 1837” (=1907), “katurun ing taun Aliip 1859” (=1928). Hal. 13 ahir teks tertulis : “tamat, 24-8-1928 

Galeri Foto

SB58 0002v JPG

 

SB58 0022v JPG

 

SB58 0054v JPG

 

sebagai PAKEM RINGGIT GEDHONG, PURWA TUWIN LANGENDRIYAN dalam cabang Naskah Kuno