Pusat perak kota gede

 

Alamat

Kotagede Kotagede Bantul

-7.826961,110.393372

Tahun berdiri
1970

 

Sebelum berkembang menjadi sentra kerajinan perak, Kotagede merupakan ibu kota Kerajaan Mataram yang pertama, dengan raja pertama Panembahan Senopati.Panembahan Senopati menerima kawasan yang waktu itu masih berupa hutan yang sering disebut Alas Mentaok dari Sultan Pajang, Raja Kerajaan Hindu di Jawa Timur.Kotagede menjadi ibu kota hingga tahun 1640, karena raja ketiga Mataram Islam, Sultan Agung, memindahkannya ke Desa Kerto, Plered, Bantul. Keberadaan perajin perak muncul seiring dengan lahirnya Mataram. Perpindahan ibu kota ke Plered itu ternyata tidak membuat para perajin ikut-ikutan pindah. Mereka yang biasanya melayani kebutuhan raja itu tetap mempertahankan usahanya dengan menjualnya ke masyarakat umum.Masa kejayaan Kotagede sebagai sentra industri perak terjadi pada era 1970-1980. Saat itu, jenis barang didominasi oleh alat-alat makan untuk memenuhi permintaan turis asing dan Saat itu belum banyak toko yang menjual produk kerajinan perak.Keberadaan perajin perak di Kotagede juga tak luput dari peran Verenigde Oost-IndischeCompagnie (VOC) yang masuk ke Yogyakarta sekitar abad ke-16 silam. Waktu itu, banyak pedagang VOC yang memesan alat-alat rumah tangga dari emas, perak, tembaga, dan kuningan ke penduduk setempat.

Kawasan Kotagede terletak di sebelah selatan kota Jogja, sekitar 5 km dari pusat kota.Di sini adalah surga belanja bagi Anda para pemburu kerajinan perak dan tembaga.Beragam kerajinan dari perak dan tembaga, mulai dari yang berbentuk kecil hingga besar, tersusun rapi di setiap galeri di Kotagede. Namun harga yang ditawarkan memang tidak murah, mengingat sulitnya proses pembuatan kerajinan perak dan tembaga.

Galeri Foto

Cincin perak JPG

 

Cincin perak1

 

Cincin perak3

 

sebagai Pusat perak kota gede dalam cabang Kerajinan