Serangan Belanda dilapangan terbang Gading

 

Alamat

Gading Playen Gunungkidul

-7.914312,110.56584

 

Tanggal 10 Maret 1949 Kompi 2 (2e Para Compagnie), melakukan penerjunan di lapangan terbang kecil Gading di tenggara luar kota Yogyakarta. Tujuannya untuk merebut stasiun pemancar radio perjuangan, milik Republik di sekitar Wonosari. Selain itu juga untuk menangkap Panglima Jendral Sudirman dan beberapa menteri Indonesia.

Untuk menguasai Lapangan Udara Gading ini paling tidak ada 4 pasukan Para Belanda yang terluka.

1e Para Cie bergerak ke Playen dipimpin oleh Letnan Antonietti melakukan pembersihan dan menyebabkan kerugian di pihak Republik 13 orang gugur. Lalu bergerak ke Karangmojo dan tiba di Karangmojo pada pukul 11.00.

Sedangkan 2e Para Cie bergerak ke Wonosari dibawah pimpinan Letnan Mey. Dan mereka berhasil menduduki Wonosari.

Tujuan mereka sebenarnya untuk menangkap Panglima Besar Jendral Sudirman dab nenerapa oang menteri dari pihak Republik.

Mereka hanya menemukan pemancar radio yang telah berhasil menyiarkan keberhasilan serangan umum 1 Maret 1949 yang dilakukan oleh TNI.

Bahaya yang mereka hadapi malah muncul dari wabah frambusia dan kudis yang bisa mengganggu kesehaan pasukan ini dan yang malah sibuk adalah seorang dokter korps Verhagen.

Dan dari interogasi terhadap penduduk terungkap bahwa pada tanggal 21 Februari dan 3 Maret 1949 Angkatan Udara Belanda telah melakukan pemboman di wilayah ini akan tetapi Kapten Eekhout tidak pernah memberitahukan hal ini kepada pasukan 1e Para Cie dan 2e Para Cie ini.

 

Jadi karena hal ini tentu saja TNI telah waspada dan melakukan pengosongan wilayah ini. Setelah 10 hari melakukan operasi di wilayah sekitar Playen, karangmojo dan Wonosari tanpa hasil yang berarti pasukan ini ditarik ke Bandung.

Galeri Foto

Bandara gading

 

Bandara gading1

 

Bandara gading2

 

Bandara gading3

 

sebagai Serangan Belanda dilapangan terbang Gading dalam cabang Jejak Revolusi Perjuangan