Kraton Pleret

 

Alamat

Kotagede Kotagede Yogyakarta

-7.863471,110.411285

Pemilik/Pengelola
Kraton Yogyakarta

Tahun berdiri
1646

 

Pada tahun 1646 Amangkurat I naik tahta menggantikan Sultan Agung (dalam Serat Babad Momana menyebutkan angka tahun 1568 Jawa). Berdasarkan Serat Babad Momana, gelar yang digunakan saat naik tahta adalah Sunan Mangkurat Hanyakrakusuma Senapati ing Ngalaga Panatagama. Pada masa pemerintahan Amangkurat I, keraton kembali dipindahkan dari Kerta ke Pleret. Selain itu pada masa pemerintahan raja keempat Kerajaan Mataram-Islam inilah untuk pertama kalinya kota pusat Kerajaan Mataram-Islam dipindahkan, yakni dari Kota Gede ke Pleret. Babad Sengkala mencatat perpindahan Amangkurat I ke Keraton Pleret pada tahun 1569 Jawa atau 1647 Masehi (Ricklefs, 1978; dalam Adrisijanti, 2000:62).

Terletak di hampir 10 Km kearah tenggara dari pusat kota jogja, sisa-sisa kemegahan Kraton Pleret hampir tidak bisa kita lihat saat ini. sejarah Islam Jawa bagian selatan ini dimulai ketika pasca runtuhnya Demak dan munculnya Pajang pada pertengahan paruh kedua abad XVI M. Sumber-sumber sejarah tradisional Jawa menceritakan bahwa munculnya Pajang sebagai kekuatan baru di tanah Jawa tidak lepas dari peran Kyai Ageng Pêmanahan dan putranya yang bernama Sutowijoyo. Berkat keberhasilannya menyingkirkan Arya Pênangsang dalam perang perebutan tahta atas Demak, Kyai Ageng Pêmanahan mendapat hadiah tanah di Mataram dari Sultan Pajang. Di tempat inilah Kyai Ageng Pemanahan dan pengikutnya kemudian membuka hutan untuk dijadikan permukiman (Adrisijanti, 2000: 40).

Galeri Foto

Kraton pleret

 

Kraton pleret1

 

Kraton pleret2

 

Kraton pleret3

 

Kraton pleret4

 

Kraton pleret5

 

Kraton pleret6

 

Kraton pleret7

 

sebagai Kraton Pleret dalam cabang Mataram Islam